Sabtu, 29 Oktober 2011

HadaLabo UV Moist Emulsion SPF 50+ PA+++


Setelah Neutrogena Fine Fairness Brightening UV Waterlight Lotion SPF 50+ PA+++ yang merupakan sunblock favoritku (bisa dibaca di posting sebelumnya, klik di sini) habis, aku mulai mencari2 penggantinya yang mirip2. Maklum aku cepat bosan setelah memakai 2 atau 3 produk yang sama dan mulai mencari sunblock lainnya yang sama okenya dengan Neutrogena Fine Fairness Brightening UV Waterlight Lotion. Dan kemudian aku menemukan sunblock yang oke banget, yang malah lebih oke dari Neutrogenanya (untuk saat ini). Sunblock itu adalah HadaLabo UV Moist Emulsion SPF 50+ PA+++ dari Japan!

  Masih dalam kemasan

SPF 50+ PA+++, mantap!
Saat pertama membaca nama produknya, terutama kata "Moist" aku sempat berpikir itu ngga cocok untuk jenis kulit berminyak. Tapi kulihat sunblocknya ada 2 macam, selain emulsion ada cream juga. Aku mulai browsing mencari informasi lebih jauh tentang perbedaan keduanya, ternyata yang emulsion untuk kulit oily sedangkan yang cream untuk kulit kering. Dengan demikian, tanpa ragu aku langsung membeli 1 buah HadaLabo UV Moist Emulsion. Saat barangnya datang, ukuran dan kemasannya mirip Neutrogena Fine Fairness Brightening UV Waterlight Lotion yaitu botol plastik warna putih.


 HadaLabo UV Moist Emulsion

  Tampak belakang botol HadaLabo UV Moist Emulsion

Saat pertama kali memakainya, aku langsung menuangkan ke tangan. Eh yang keluar malah cairan bening, kemudian baru aku tersadar kalo sunblocknya musti dikocok dulu untuk mengaduk isinya agar tercampur rata. Karena itu di dalam botolnya terdapat bola2 yang berfungsi sebagai pengaduk. Sama seperti Neutrogena Fine Fairness Brightening UV Waterlight Lotion juga ada bola2 seperti itu. Tadi saat cairan bening keluar, sempat kukira itu alkohol dan kucium aromanya. Untunglah bukan alkohol, dan kurasakan teksturnya dan kekentalannya mirip cairan dari HadaLabo Gokujyun SHA Lotion yang udah kupakai sebelumnya. Pantasan nama produknya tertulis "Moist", walau mengandung pelembab tapi itu ngga membuat kulit berminyak karena melembabkannya dari dalam kulit sehingga kulit jadi lebih kenyal, elastis dan ngga mengalami dehidrasi. Kulit yang berminyak pun bisa mengalami dehidrasi dan kekeringan di bawah kulit lho. Kalian yang kulit berminyak pasti pernah mengalami ketika muka terasa ketarik2 habis cuci muka walau kulit termasuk berminyak, tandanya di bawah lapisan kulit perlu moisturizer.

 Ujung botol yang lancip

Tekstur HadaLabo UV Moist Emulsion yang encer

Aku langsung menyukai produk ini pada saat pertama kali memakainya. Teksturnya encer, mudah sekali meratakannya dan cepat kering. Juga ngga meninggalkan kilap sama sekali di muka. Kalo di rumah, setelah memakai sunblock ini aku ngga pake bedak karena ngga terasa lengket dan ngga ada kilap2/lengket2 di muka. Sampe sore, muka ngga menjadi berminyak dan yang terpenting memakai sunblock ini muka jadi terasa lebih lembab. Jadi dengan memakai HadaLabo UV Moist Emulsion, selain melindungi kulit dari sinar matahari juga memberi kelembaban kulit. Botol pertama udah habis dan aku uda menyiapkan stok baru 2 buah. Very recommended! Love it!

Rabu, 14 September 2011

Pond's Cold Cream

Aku suka banget mencoba berbagai macam pembersih muka karena menurutku bila muka bersih maka kulit akan jauh dari jerawat. Dan untuk mendapatkan kulit yang bersih maka butuh pembersih muka yang baik. Saat di Singapore, kulihat ada Pond's Cold Cream yang udah lama kuincar, harganya ngga mahal dengan kemasan besar 269 gram! Ada 2 pilihan warna Pond's Cream yaitu tutup warna hijau (Cold Cream) dan tutup warna biru (Dry Skin Cream). Karena kulit termasuk berminyak maka kubeli satu yang kemasan tutup warna hijau. Sebenarnya aku tahu pembersih bentuk cream lebih cocok untuk kulit kering atau yang cenderung kering tapi tetap saja kubeli. Belakangan ini aku mulai suka memakai produk2 yang bersifat moisturizing tapi dalam arti melembabkan kulit dari dalam. Kulit berminyak pun membutuhkan pelembab untuk menjaga kondisi kulit agar tetap kenyal dan lembab.

Pond's Cold Cream kemasan hijau muda yang cantik :)

Keterangan di belakang kemasan ternyata ada alcohol juga tp ngga masalah :)

Saat membuka kemasannya utk pertama kali, aku langsung suka wanginya. Aku jadi teringat wangi Hazeline Snow Cream yang pernah kupakai saat aku masih kecil, yang kemasannya masih memakai tutup dari alumnium abu2 itu. Entah apakah aku benar itu wanginya Hazeline Snow atau bukan soalnya udah lama sekali ngga memakai produk2 Hazeline lagi. Pond's Cold Cream tekstur creamnya putih bersih dan jernih. Kucolek creamnya, terasa lembut sekali dan encer. Dan saat dioleskan dan diratakan ke muka, creamnya langsung meleleh menjadi minyak sehingga mudah sekali diratakan ke seluruh muka. Make up pun luntur saat di gosok2. Ternyata daya pembersihnya oke banget, eyeliner waterproof andalanku bisa luntur dan dibersihkan dengan tuntas :)

Creamnya warna putih bersih dan jernih

Cream lembut dan halus

Ketika dioleskan ke kulit, cream lumer jadi minyak

Pond's Cold Cream kupakai saat muka masih kering dengan make up, creamnya ditotolkan ke pipi kanan kiri, dahi, hidung, dagu dan leher secukupnya. Lalu diratakan sambil digosok dan dipijat2 untuk membersihkan make up, semua make up akan luntur semua. Saat diratakan ke muka, creamnya mencair menjadi minyak. Jadi saat creamnya lumer menjadi minyak, terasa seperti membersihkan make up memakai cleansing oil karena sama2 berminyak. Setelah make updibersihkan dan terasa cukup bersih, ambil tisu secukupnya lalu muka dilap sisa2 make up yang luntur bercampur minyak. Tampak tisu jadi kotor dan berwarna karena sisa2 make up yang terangkat. Muka jadi bersih dan lembab, baru dicuci dengan cleansing foam seperti biasa. Saat dikeringkan pun muka masih terasa lembab karena efek Pond's Cold Creamnya, berbeda dengan ketika memakai Kose Speedy Cleansing Oil yang membuat kulit terasa kesat tanpa rasa lembab di kulit :)

Waterproof eyeliner (UD, Sephora dan Bourjois eyeliner pencil)
dicoret ke tangan

Coretan waterproof eyelinernya dibersihkan
dengan Pond's Cold Cream, jadi luntur semua

Setelah dilap dengan tisu,
tampak bersih kembali tanpa bekas


Tisu ampak kotor setelah dipakai untuk mengelap
Aku suka banget sama Pond's Cold Cream ini, isinya udah tinggal sedikit dan aku mau membeli lagi kalo sudah habis. Kupakai selang-seling dengan Kose Speedy Cleansing Oil tergantung mood hehe. Puas banget sama produk yang satu ini, kemasan besar dan harga murah juga. Setahuku produk ini udah lama ada tapi kok ngga masuk Jakarta ya? Mukaku yang berminyak ngga masalah memakai produk ini, malah suka dengan hasil lembabnya tapi ngga bikin muka makin berminyak kok :))

Kamis, 25 Agustus 2011

Tokio Kitchen - Central Park

Sudah lama aku tahu ada tempat makan bernama Tokio Kitchen di Central Park dan malah pernah masuk sekali untuk melihat2 tanpa memesan apapun karena merasa akan mahal kalo makan di sana. Ternyata aku salah, karena tempatnya sangat asik, nyaman, keren dan yang terpenting harga2nya ngga terlalu mahal! Saat berbuka puasa dengan teman2 (walau aku ngga ikut berpuasa tapi ikut berbuka bareng teman2 yang berpuasa), kita sepakat berbuka puasa di Tokio Kitchen. sebelum masuk, kita akan diberikan kartu yang akan dipakai untuk memesan makanan/minuman di dalam jadi tangan ngga kotor karena ngga perlu memegang uang.

Tampak depan Tokio Kitchen

Kartu untuk memesan makanan dan minuman

Masuk ke dalam, langsung kita merasa nyaman. Kita memilik duduk paling belakang dekat jendela yang menghadap Mall Taman Anggrek. Tempat duduknya seperti panggung dengan lubang di tengah tempat untuk meja, jadi kita harus melepas sepatu/sandal dan naik ke atas panggung. Setelah memilih meja, kita mulai beredar memilih makanan favorit. Aku memesan Okonomiyaki yang sejak awal udah kuincar ketika masuk dan kemudian memesan tako, Benny memesan Tempura Ramen. Dalam ruangan ada beberapa semacam stand sesuai kelompok makanan yang dihidangkan, jadi ada stand terpisah yang menyediakan ramen, okonomiyaki, minuman, sushi, dll. Ketika memesan, kita menyerahkan kartu ke kasir untuk dicatat. Sistemnya mirip dengan Eat and Eat cuma di Eat and Eat musti bayar di muka saat mau mengambil kartu. Setelah memesan, kita kembali ke meja dengan membawa struk pesanan yang kita dapat dari kasir tadi. Saat duduk kalo ada pelayan lewat, kita serahkan struk tadi kepada pelayan agar pelayan tahu tempat duduk kita di mana jadi nanti bisa mengantar pesanan ke meja kita.

Interior bergaya Jepang dengan dominasi kayu

Ada pohon2 tiruan dalam interiornya,
membuat suasana makin akrab


Suasana yang nyaman dengan penerangan dari lentera cantik

Nyamannya duduk di dalam

Sambil ngobrol, kita menunggu hidangan datang satu persatu. Setelah semua pesanan udah datang dan lengkap, barulah kita makan bersama2. Pesananku Okokomiyaki ternyata porsinya besar maka ngga bakal habis kumakan sendirian, seporsi ada 6 potong hanya bisa kumakan 4 potong saja udah kenyang. Rasanya lezat dengan saos mayonaisse di atasnya. Ngga membuat enek sama sekali, bisa dicampur dengan kecap Kikkoman atau cabe bubuk yang udah disiapkan di tiap meja. Tako juga enak banget, Tempura Ramen gurih kuahnya. Semuanya enak dan memuaskan. Kita makan berlima menghabiskan sekitar Rp.300.000, ngga terlalu mahal :)

Tempura Ramen, Beef Bacon with Cheese Tako,
Beef Bacon & Scallop Okonomiyaki


Karena puas banget saat pertama kali makan di sana, maka ngga heran kalo kita kembali lagi ke sana dan memesan makanan yang berbeda. Kali ini kita hanya makan berdua saja, duduk di tempat yang sama tapi di meja sebelah. Nyaman di sana karena agak terpencil dan tenang. Dan lagi2 kita puas dengan semua makanan yang kita pesan. Kalo Sabtu Minggu selalu ramai dan penuh, maka lebih enak kalo datang pas hari biasa karena lebih sepi.

Wonton Ramen

Tako with Green Onion

Ebi Tempura

Oyako Don

Kita bisa ke sana hanya untuk minum saja, seperti yang pernah kulakukan di kunjunganku yang ketiga di sana. Saat haus karena udara panas, barulah kita ingin berkesempatan mencoba es di Tokio Kitchen. Karena bukan jam makan maka sepi sekali di sana, saat itu jam 4 sore. Kita memesan Fruit Creepe dan KakiGouri Frutty. Nah barulah dari es ini kita baru menemukan kekurangan di Tokio Kitchen karena kedua pesanan kita sangat manis. Kita sampai ngga menghabiskan esnya saking manisnya.

KakiGouri Frutty

Fruit Creepe

Kasir yang unik benbentuk mobil van VW

Walau kecewa dengan es di Tokio Kitchen tetap ngga membuatku kapok kembali ke sana, soalnya makanan di sana benar2 enak. Dan suasananya juga enak dan nyaman, cocok untuk kumpul dengan teman2 atau keluarga. Lain kali kalo aku ke sana lagi kayaknya ngga memesan es lagi, hanya makanan dan minuman biasa saja. Oh ya aku sempat ingin memesan sushi di sana, tapi kulihat harga2nya kok lebih mahal dibanding sushi di Hachi-Hachi dan Ichiban maka ngga memesan sushi di sana. Duh...menulis blog malam2 begini jadi laper ingin makan okomiyaki lagi hehe...