Sabtu, 02 Januari 2010

Liburan Natal di Singapore (Part 3)

Day 3: Singapore Botanic Gardens

Pagi yang cerah, kami dijemput Richard dan Joann di belakang apartemen. Kami langsung meluncur ke tempat wisata kami berikutnya yaitu Singapore Botanic Gardens. Kami akan sarapan bersama di sana. Sekitar jam 10.15, kami sudah tiba di sana. Kami langsung disambut pohon natal sederhana yg terbuat dari rangkaian tanaman dan dihiasi lampu, sangat sederhana. Kemudian kulihat banyak wisatawan memakai baju olah raga, dan banyak juga yang membawa anjingnya untuk jalan2 di sana. Aneka macam anjing lucu2 mulai dati kecil seperti anjing pudel sampe besar seperti anjing herder. Senang sekali melihat keakuran antara anjing dengan majikannya dan anjing disayang majikannya.

Pohon Natal sederhana

Tiga anjing dan majikannya baru habis olah raga

Sebelum memulai perjalanan menjelajahi Singapore Botanic Garden, kami mau sarapan dulu jadi kita mencari tempat duduk yang sudah penuh di sana. Setelah mendapat meja kosong, aku duduk menjaga meja sementara Benny, Richard dan Joann pergi memesan makanan. Ternyata menunya masakan barat. Hidangan pembuka berupa roti tawar, croissant, mentega dan selai. Kemudian makanan utama, sosis, telur, kentang, ham dan sayuran. Aku sangat menikmati sarapannya apalagi suasananya terbuka dengan banyak pohon2. Sementara sarapan, kulihat ada banyak burung2 hinggap di pohon2. Kalo ada piring2 bekas diletakkan di lemari untuk ditaruh di belakang, langsung burung2nya terbang mengerumuni piring2 bekas tsb. Di meja lain ada banyak majikan makan ditemani anjing2nya yang jinak. Di sana disediakan piring dan kran air minum untuk anjing2.

Suasana tempat makan, bentuk memanjang

Burung2 mengerumini piring2 sisa

Hidangan pembuka, aneka roti

Menu utama, omelet, kentang, sosis, ham dan sayuran

Menu utama, telur setengah matang, kentang, sosis, ham dan sayuran

Setelah mengisi perut, kita siap berjalan2. Jam sudah menunjukkan pukul 11.45. Di awal perjalanan, kita disambut deretan pohon natal dari berbagai negara, perbagai perusahaan di Singapore. Jumlahnya sangat banyak dan ngga sempat kuhitung, dekorasinya unik2 dan berbeda satu sama lain. Setelah beberapa menit berjalan kita sampai ke Sympony Lake, danau dengan panggung di tengah danau. Lebih jauh lagi berjalan, banyak pemandangan bagus dan indah di sana. Semuanya begitu bersih dan dirawat baik. Ada ikan dan kura2 di dalam danau, dan kita diijinkan memberi makanan berupa roti tawar. Ternyata Richard dan Joann sudah menyiapkan sekantung roti tawar untuk dibagi2. Tiap kali melihat ada ikan atau kura2, kita berhenti untuk memberi makan.

Papan petunjuk arah

Deretan pohon natal

Symphony Lake dengan bangunan Shaw Foundation Symhony Stage di tengah2 danau

Cuaca saat itu ngga terlalu panas jadi perjalanannya menyenangkan. Di semua arah pemandangannya indah dan hijau. Ngga ada sampah sedikitpun, cuma ada daun2 atau buah gugur di sekitar pohon2. Sampai ke kolam yang agak terpencil dengan jembatan, kami lihat ada yg bergerak di kolam jadi berhenti untuk memberi makan. Ternyata itu bukan ikan biasa tapi ikan lele yang semakin lama semakin banyak yang berdatangan dan rebutan roti yang kita bagikan. Richard dan Joann melempar sehelai roti utuh langsung banyak mulut ikan lelenya muncul ke permukaan air berebutan makan rotinya. Kemudian kita berjalan lagi sampai ke Swan Lake di mana ada 2 pasang angsa putih berenang dengan anggun.
Danau yang bersih dan asri

Ikan lele berebutan roti

Swan Lake

Setelah melewati danau2, kita melewati taman2 yang ditata dengan cantik. Ada jam matahari di tengah taman bergaya Inggris. Ada juga taman khusus tamanan bonsai, ada juga area untuk tamanan kaktus. Di perjalanan kulihat di tengah taman ada pemotretan pengantin di sekitar gazebo yang cantik. Mereka pasti akan mendapat foto yang indah soalnya ngga ada yang ngga indah dari taman ini. Di bagian akir perjalanan, kulihat di beberapa taman ada patung2 gadis yang ditempa dari besi perunggu dengan indah dan dibuat menyatu dengan tamannya. Ada patng gadis bersepeda, patung gadis main ayunan dll.

Taman bergaya Inggris

Taman dengan jalan beraspal yang bersih

Akhirnya perjalanan di Singapore Botanic Garden selesai dan kita kembali ke titik semula tempat kita datang tadi. Jam sudah menunjukkan pukul 2.15 siang. Kita belum makan siang, maka kita pun keluar meninggalkan Botanic Gardens. Kita sempat bingung mau makan di mana, kemudian akhirnya kita makan di Din Tai Fung di Paragon. Di Jakarta ada restoran Din Tai Fung dan pernah kureview di sini. Ngga hanya di sini, ternyata di sana juga tulisan bahwa Din Tai Fung merupakan "Top 10 Restaurants in the World. Voted by The New York Times". Restorannya sangat luas dengan dapur di tengah2, sekitar 4x lipat dari Din Tai Fung di Plaza Senayan Jakarta. Saat di Jakarta, aku belum pernah mencicipi dumplingnya yang terkenal jadi kali ini kita memesan dumpling 2 porsi, ditambah sayuran, ayam dan nasi goreng.

Restoran Din Tai Fung Paragon

Tampak dalam Din Tai Fung

Dumpling menu andalan dari Din Tai Fung

Hidangan agak lama baru datang. Ini pertama kalinya aku makan dumpling dari Din Tai Fung, ternyata memang enak sekali. Bagian dalamnya ada kuah jadi kulitnya harus digigit sedikit saja lalu minum kuahnya baru dimakan isinya dengan kulitnya. Sedaaap! Apalagi kalo dicampur dengan irisan jahe dengan soya! Kita menikmati sekali makan siang ini sambil ngobrol, dan kali ini gantian kami yang mentraktir. Setelah makan, kita jalan2 di dalam Paragon dan melihat ada sale di Marks & Spencer. Joann membeli beberapa kotak coklat dan Benny juga beli sekotak coklat Belgia kesukaannya. Kemudian Richard ingin menunjukkan foto2 di laptopnya maka kita mencari tempat duduk, kita ke Killiney di Lucky Plaza bagian bawah. Kita memesan minuman masing2 dan Benny membuka coklat Belgia yang baru dibeli tadi untuk di makan bersama sambil lihat foto2 di dalam laptop yang dibawa Richard.

Coklat Belgia dari Marks & Spencer

Coklat belgia dari Marks & Spencer setelah dibuka

Saat di Killiney melihat2 foto dari laptop Richard, Joann ditelpon teman2nya yang mengajak nonton Sherlock Holmes. Dan Joann mengajak kita ikut nonton bareng dan mau memperkenalkan kita kepada teman2nya. Jadi kita pun dipesankan tiket oleh teman Joann untuk film Sherlock Holmes jam 9.30 malam di Plaza Singapura. Masih ada sisa waktu 3 jam sebelum film dimulai. Mumpung kita lagi di Lucky Plaza jadi kita kembali ke apartemen yang terletak di lantai atas untuk mandi dan berganti pakaian. Setelah segar habis mandi dan berganti pakaian, kita menemui Richard dan Joann di Paragon kemudian bersama2 kita ke tempat mobil diparkir. Kita langsung menuju Plaza Singapore.

Interior di Plaza Singapura

Nonton di Plaza Singapore katanya termasuk murah, harga tiketnya SGD 12 per orang. Tapi aku ngga tahu berapa harga tiket di tempat lain. Ini pertama kalinya bagiku nonton di Singapore. Tiba Di Plaza Singapore, kita menemui teman2 Joann dulu. Kita saling berkenalan dulu dan kita bersama2 masuk ke bioskop. Aku ngga sempat memperhatikan sekeliling bioskopnya bagaimana apalagi memotretnya. Yang kuingat, dari serambi yang ada deretan toko2 kita naik tangga lalu udah masuk ke dalam ruangan bioskopnya. Ngga kulihat ada ruangan luas spt di Jakarta, yang ada tempat penjualan tiket, penjualan makanan minuman, tempat duduk sampe permainan games. Mungkin saja ada di ruangan lain dan ngga sempat kulihat. Kita dapat tempat duduk di barisan nomer 2 dari depan samping. Ruangan bioskopnya ngga beda jauh dengan di Jakarta, kursinya juga warna merah. Cuma filmnya ada teks mandarin. Filmnya selesai sekitar jam 11 malam. Plazanya udah sepi dan gelap jadi kita langsung pulang diantar Richard dan Joann. Karena kita udah mandi sore jadi kita hanya cuci muka, tangan dan kaki lalu bisa langsung tidur. Besok kita mau ke Sentosa Island!

Bersambung ke Liburan Natal di Singapore (Part 4)
Day 4 : Sentosa Island

2 komentar:

Dani mengatakan...

weh weh .. bener2 kayaknya si mbak having good time banget ya di singapore .. superngiri.com .. hehe

ceritanya seru banget mbak ! Ditunggu ah yang part 4-nya ... senangnya bisa explore sentosaaaaa :)

nonadita mengatakan...

Beberapa bagiannya mengingatkan saya pada Kebun Raya di Bogor