Jumat, 26 Desember 2008

Pondok Sunda di Senayan City

Tampak depan Pondok Sunda

Tadi kita ke Senayan City menemui Pak Indra. Kita mau makan siang bareng, Pak Indra mengusulkan makan di Pondok Sunda. Aku belum pernah makan di sana. Nama tempat makannya sudah menarik apalagi tempatnya, karena menyajikan suasana pedesaan dengan hiasan bambu2 dan interior dari kayu2. Kita langsung dipersilahkan duduk di meja nomer 2 yang letaknya di pinggir dinding. Kemudian kita ke bagian yg menyajikan lauk2 setengah jadi. Konsepnya sama dengan Restoran Sambal Desa yg pernah kuceritakan sebelumnya. Dan mungkin sama juga konsepnya dengan Bumbu Desa, yang ini belum pernah kucoba.

Bagian penyajian makanan setengah matang

Interior dari bahan kayu dan bambu2
Setelah memilih lauk, kita menuju ke bagian sambal. Ada macam2 sambal: sambal kemangi, sambal mangga muda, sambal terasi dan sambal kecap. Setelah memilih sambal, kita ke bagian lalap. Banyak sekali pilihannya, ada timun, wortel, labu, pare, sawi putih, kacang panjang sampe kecipir pun ada. Di tempat lain ngga pernah kulihat lalap selengkap itu. Kita ambil lalap secukupnya kemudian kembali ke meja dan menunggu pesanan lauk datang. Lauk2nya (tahum tempe, ayam, empal, ikan, cumi yg kita pesan) perlu digoreng dahulu kecuali sayur asem dan terong sambel goreng.

Lauk2 setengah matang

Sambal kemangi, sambal mangga muda, sambal terasi

Sambal kecap dan aneka lalap

Lauk setelah digoreng

Tidak lama menunggu, pesanan kita udah datang dalam keadaan matang habis digoreng. Kita langsung makan, ternyata masakannya enak. Sayur asemnya mantep, kaya bumbu. Empalnya empuk dan gurih. Sambalnya yg paling enak menurutku, sambal mangga muda. Sayang ngga ada sambal ijo. Puas sekali makan di sana. Setelah selesai makan, perut pun kenyang. Dan ternyata Pak Indra yg traktir kita makan siang tsb. Thanks, Pak Indra :)

Pohon Natal transparan

Bentuk pohon natal mirip hiasan yg digantung di plafon

Ada snow globe dan etalase jualan di sekitar pohon natal

Di Senayan City, pohon natalnya udah diganti dengan bentuk lebih cantik dibanding pohon natal sebelumnya (pohon natal kue) yg pernah kuposting sebelumnya. Pohon natalnya berupa plastik transparan menyerupai gelembung udara yg meliuk2 serupa dengan hiasan yg bergelantungan di langit2 Senayan City. Di dasar pohon natal ada cahaya biru membuat pohon natalnya tampak kebiru2an. Di dalam pohon natal ada kepingan2 'salju' warna silver bergelantungan memantulkan cahaya, sehingga tampak indah. Di dekatnya ada bentuk kubah kecil warna biru yg di puncaknya ada papan mana, Snow Globe. Di dalamnya ada kepingan2 'salju', dan ada kipas di dasar dan samping kubah untuk menerbangkan 'salju' sehingga seolah2 ada 'salju' beterbangan di dalam kubah. Menarik sekali, sayang sekali hanya untuk anak2.


2 komentar:

Erik mengatakan...

Wah mantep nih acara makannya.
Mbak Onik, orang itu di foto gak marah ya?
Kalau kita foto di rumah makan di ijinkannya?

Onik mengatakan...

Iya, makanannya enak. sayur asemnya wajib dicoba, bumbu2nya mantep!
hihi aku curi2 kesempatan foto2 jadi mau ditegur pun telat krn udah cepet2 kumasukkan kameranya :p